puisi 4


KULI
Tanah tandus
Mekar hidungku mengendus
Bau tanah , kapur dan debu yang tergerus
Suka aku jadinya
Tak hendak rasa ingin pulang
Kampung halaman, menunggu aku datang

O Borneo
Beginikah alammu yang panas
Menyentuh kulit menembus tulang
  Sampai ke ruas ruas
Tak sanggup serasa air melepas
Kering dan dahaga yang tak pernah puas

Peluh mengalir menetes netes
Di lubang pori keringat merembes

Empat puluh kilo sak semen menggantung
Kaki menahan lutut menopang
Beban sak semen diatas punggung

Tigapuluh liko pasir kudorong
Empat kali angkut lewat lorong lorong
Setumpuk adonan pasir dan semen
Kutuang air diatasnya
Kuaduk, kubalik, kutancapkan sekop
Kuangkat dan kutuang
Dalam timba timba karet

O panasmu yang menyenangkan
Meski sekujur badan merasakan
Panas menyengat, merangkul dan menyerang
Tanah membara, panasnya silaukan mata
Debu , kapur dan semen hantamannya
Menggigit muka

Tak lekang semangat teringat uang
Pulang kampung bahagia terbayang
Meski harus lalui padang
Karing tandus, gersang dan garang
Semuanya berujung perang
Pada diri yang selalu ingin senang

Tanjung batu 10 11 12

Comments

Popular posts from this blog

puisi 3

Puisi