puisi 3


INILAH PAGI

Waktu pagi telah tiba
Sebutlah itu pagi kerna gelap sudah tiada
Warna merah,kuning segar telah merona
Diangkasa,langit, cakrawala yang terlihat mata
Mata…yang baru saja lelap dan terbuka
Melihat semua benda, menorehkan suka dan duka

Sebutlah itu pagi
kerna bau malam sudah pergi
Meski beragam rasa di masing masing hati
Namun tak pernah bisa merubah pagi
Menjadi yang kita ingini

Pagi ya pagi
Biar hati sedang kacau dan berduri
Embun dan sinar matahari tak nikmat lagi
Tak kan merubah itu pagi

Biarlah kita belajar
Menatap nyalang kilauan fajar
Salah satu pusat sinar,panas dan pijar
Meski sakit kornea mata, bolanya biar berputar
Agar senyap duka, bodoh dan gelap yang menjalar
Dihati dan diri yang mulai berakar

Pagi biarlah pagi
Pengahantar benderang bagi tanah laut dan bumi
Perisai bagi segala ketidak tahuan diri
Pembuka mata, penerang semua materi
Agar tulus jalani hidup, senyum berseri

Tanjung batu 20 11 12

Comments

Popular posts from this blog

puisi 4

Puisi