Posts

puisi 5

Image
KULI 2 Diantara material bangunan berserakan Kuhirup udara panas matahari Kucium bau adonan semen Dan bau keringat bercucuran Kutolehkan kepalaku pada matahari Tak kuat mataku menatap sinarnya Tertunduk kepalaku menghadap tanah Kulihat semen, pasir dan air Di telapak kaki Keringat meleleh diatasnya Sementara jangat sekujur badan Telah terpanggang bersama angin Dan tanah yang membara Kuteringat padamu wahai istriku Wajahmu tersenyum, tergambar di otakku Terseyum aku dapati kenyataan itu Tanganmu yang terbuka menyambutku Semakin membusungkan dadamu Yang memang berisi Semangatku bangkit lagi Kepalaku kuangkat lagi Menyempit mataku menatap matahari Namun kali ini berbeda tampaknya bola mataku bertahan lebih lama Menatap sinar dan panasnya surya Tubuh dan wajah istriku yang berseri Mendorong urat saraf badan Agar menatap panas tanpa henti Aku menunduk lagi Tajam mataku menatap bumi Adonan semen terkapar di mata kaki S...

puisi 4

Image
KULI Tanah tandus Mekar hidungku mengendus Bau tanah , kapur dan debu yang tergerus Suka aku jadinya Tak hendak rasa ingin pulang Kampung halaman, menunggu aku datang O Borneo Beginikah alammu yang panas Menyentuh kulit menembus tulang   Sampai ke ruas ruas Tak sanggup serasa air melepas Kering dan dahaga yang tak pernah puas Peluh mengalir menetes netes Di lubang pori keringat merembes Empat puluh kilo sak semen menggantung Kaki menahan lutut menopang Beban sak semen diatas punggung Tigapuluh liko pasir kudorong Empat kali angkut lewat lorong lorong Setumpuk adonan pasir dan semen Kutuang air diatasnya Kuaduk, kubalik, kutancapkan sekop Kuangkat dan kutuang Dalam timba timba karet O panasmu yang menyenangkan Meski sekujur badan merasakan Panas menyengat, merangkul dan menyerang Tanah membara, panasnya silaukan mata Debu , kapur dan semen hantamannya Menggigit muka Tak lekang semangat teringat uang Pula...

puisi 3

Image
INILAH PAGI Waktu pagi telah tiba Sebutlah itu pagi kerna gelap sudah tiada Warna merah,kuning segar telah merona Diangkasa,langit, cakrawala yang terlihat mata Mata…yang baru saja lelap dan terbuka Melihat semua benda, menorehkan suka dan duka Sebutlah itu pagi kerna bau malam sudah pergi Meski beragam rasa di masing masing hati Namun tak pernah bisa merubah pagi Menjadi yang kita ingini Pagi ya pagi Biar hati sedang kacau dan berduri Embun dan sinar matahari tak nikmat lagi Tak kan merubah itu pagi Biarlah kita belajar Menatap nyalang kilauan fajar Salah satu pusat sinar,panas dan pijar Meski sakit kornea mata, bolanya biar berputar Agar senyap duka, bodoh dan gelap yang menjalar Dihati dan diri yang mulai berakar Pagi biarlah pagi Pengahantar benderang bagi tanah laut dan bumi Perisai bagi segala ketidak tahuan diri Pembuka mata, penerang semua materi Agar tulus jalani hidup, senyum berseri Tanjung batu 20 11 12

puisi 2

Image
SENYAP Angin menderu menyusup muka bumi Hujan menghujam tanah kerna gravitasi Mengapa gundah bercampur gusar   yang menghampiri Setiap hujan,angin,mendung sedang menyelimuti Kutahu itu pasti terjadi Kerna aku sedang sendiri Dan sepi Tanjung Batu 19 11 12

Puisi

Image
POET 1 DIRI INI DAN KEHIDUPAN Aku ingin tuliskan lagi Puluhan kata tertuang rapi Tak jelas apakah berbatas tepi Aku hanya ingin bersenang saja Agar puas kekesalan yang ada Sampai aku tulis kata dan kata Tak teratur keluar dari otak, lupakan saja Tak peduli apapun rangkaian jadinya Kemana marah ini kulempar Sedang sebabnya aku tak paham Ataukah sifat dan nafsu yang selalu kupendam Didalam diri,geliatnya menampar nampar Saat aku pikirkan lagi Hela nafas berulang kali Yang aku ungkap bertaut emosi Mampu berawal, tak mampu mengakhiri Akhirnya hanya berdiam diri Melepas lamunan, khayal dan mimpi Lampaui jagat menembus matahari O betapa hebat tenaga pikiran Terkungkung terkurung,meronta menekan Terlepas terbebas, menari menyakitkan Melihat nyata, tak mampu mencapai keinginannya Akhirnya kusimpulkan Bahwa hebatnya tenaga pikiran Lebih hebat manusia yang diberi keleluasaan Mengatur pikiran dengan segala kemampuan Namun jau...